Senin, 25 Juli 2011

Wim Rijsbergen Siapkan Strategi Menyerang

Jakarta :
Pelatih timnas senior Wim Rijsbergen mengungkapkan, dirinya sudah menyiapkan strategi kemenangan untuk menghadapi Turkmenistan dalam pertandingan leg kedua putaran kedua Pra Piala Dunia 2014 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (28/7) malam WIB.

Menurut Rijsbergen, hasil imbang yang diperoleh tim besutannya sudah cukup bagus. Karena itu, saat menjamu Turkmenistan, ia akan menerapkan permainan menyerang guna meraih kemenangan.

“Tentu saja kami berusaha untuk menang di sini. Kami senang dengan hasil imbang, dan kami optimis bisa meraih kemenangan di kandang dengan adanya dukungan dari penonton. Itu menjadi motivasi tersendiri bagi pemain.”

“Pertandingan leg kedua tentang winning strategy. Strategi ini akan kami bicarakan dengan pemain di hari tersisa. Saya minta pemain tetap fokus, dan tidak lengah, karena Turkmenistan bisa mengubah keadaan.”

Mengomentari para pemainnya menghadapi pertandingan nanti, Rijsbergen menyatakan, anak asuhnya tetap dalam kondisi siap tempur. Dalam latihan tadi sore, tampak kepala M Nasuha dibebat perban.

“Mengenai siapa yang diturunkan, kami lihat perkembangan. Pemain dalam kondisi bagus. Begitu juga Nasuha. Pelipisnya sudah membaik. Saya pikir tidak akan menjadi masalah,” ucap Rijsbergen.

Sumber :
http://www.goal.com

Cara Dapatkan Tiket Indonesia vs Turkmenistan

Jakarta - Pecinta sepakbola dan timnas Indonesia sudah tidak sabar menantikan duel Indonesia vs Turkmenistan di Jakarta, Kamis (28/7/2011). Ini dia mekanisme pembelian tiketnya.

Indonesia akan menjamu Turkmenistan dalam rangka laga leg 2 kualifikasi Piala Dunia 2014 zona AFC. Pertandingan bakal dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (28/7) mulai pukul 19.00 WIB.

Untuk pertandingan tersebut, akan ada 64 ribu lembar tiket yang tersedia dalam enam kelas. Pemesanan tiket bisa dilakukan pada hari Selasa (26/7) dan Rabu (27/7) Pukul 10.00-17.00 WIB di Pintu III, Pintu IV, Pintu VI dan Pintu VII SU GBK.'

Jumlah tiket yang dijual di hari pemesanan sebanyak 32 ribu lembar, dengan rincian:
Kategori VVIP Rp. 500.000 200 Lembar
Kategori VIP Barat Rp. 250.000 1.600 Lembar
Kategori VIP Timur Rp. 150.000 1.750 Lembar
Kategori I Rp. 100.000 8.950 Lembar
Kategori II Rp. 50.000 7.000 Lembar
Kategori III Rp. 30.000 12.500 Lembar

Pada saat pemesanan pembeli wajib membawa Kartu Identitas diri asli dan fotokopinya (KTP/SIM : 1 lembar). Calon penonton dapat melakaukan pembelian maksimal 5 (lima) buah tiket untuk 1 (satu) orang.

PENUKARAN TIKET
Pengambilan tiket dapat dilakukan pada hari Kamis, 28 Juli 2011 Pukul 09.00 – 13.00 WIB di Stadion Gelora Bung Karno Pintu III, Pintu IV, Pintu VI dan Pintu VII (Pengambilan dilakukan di loket tempat pemesanan). Pada saat pengambilan, wajib melampirkan Kartu Identitas diri (KTP/SIM).

PEMBELIAN LANGSUNG
Selain itu, sejumlah 32 ribu tiket lainnya akan dijual di hari pertandingan, Kamis (28/7) mulai pukul 11.00-19.00 WIB. Loket penjualan tiket terdapat di:
-Plaza Utara: 2 Loket
-Plaza Timur: 1 Loket.

PEMESANAN ONLINE
Selain pembelian di SU GBK, pemesanan dan penukaran tiket dapat dilakukan melalui www.rajakarcis.com beserta jaringanya. Loket emesanan & penukaran tiket Raja Karcis secara offline adalah sebagai berikut :
- Rajakarcis Pusat (Manggarai) Jl. Dr. Suhardjo No 2
- Restoran Pronto Pondok Indah Mall I Lt. 3
- Sports Mall Kelapa Gading
- Ibu Dibyo, Cikini Raya (Belakang Texas Chicken)
- Prambors Concept Store, Jl. Aditya Warman
- Ticket Station, Business Park Blok B-17, Jl. Meruya Ilir, Kebon Jeruk
Pemesanan melalui Raja Karcis dapat dilakukan pada hari Selasa, 26 Juli 2011 pukul 10.00 –17.00 WIB.
Sumber :
http://www.detiksport.com

Minggu, 24 Juli 2011

Sang Raja Copa Amerika 2011

Sepasang gol Diego Forlan yang menyusul torehan Luis Suarez membuktikan kelas Uruguay masih di atas Paraguay. Skor 3-0 pada laga final Copa America 2011, Senin (25/70 WIB, itu sekaligus menahbiskan La Celeste sebagai kampiun di Argentina.

Dengan tambahan trofi ini, Uruguay juga resmi menjadi negara tunggal sebagai pengoleksi terbanyak gelar juara turnamen terwahid Amerika Selatan itu dengan jumlah 15. Skuad Oscar Tabarez mengangkangi tabungan trofi tuan rumah, yang masih tertahan di angka 14.

Tingginya ambisi Uruguay untuk mengakhiri paceklik trofi CA sejak 1995 sekaligus mencatat rekor terlihat jelas sejak wasit Salvio Fagundes asal Brasil membuka pertandingan di Estadio Monumental Antonio Vespucio Liberti, Buenos Aires, ini.

Bermain lebih menekan, Uruguay langsung mengancam di menit-menit awal, tapi tendangan Suarez hanya mengenai sisi samping gawang.

Tak berapa lama, sebuah sepak pojok disambut tandukan keras kapten Diego Lugano. Gelandang Paraguay, Nestor Ortigoza, terlihat memblok bola dengan tangannya, tapi Fagundes tak menunjuk titik putih. Protes dari para punggawa Uruguay pun tak digubrisnya.

Keadilan seolah ditegakkan buat La Celeste di menit ke-12. Menerima umpan di sisi kanan kotak penalti, Suarez mengecoh pemain bertahan Paraguay sebelum melepas tendangan yang sedikit terdefleksi sehingga mengelabui kiper Justo Villar.

Tensi pertandingan kemudian memanas dengan emosi yang memuncak dari para pemain kedua kubu. Bahkan, hanya dalam 18 menit setelah gol Suarez, muncul kartu kuning untuk empat personel, tiga buat Uruguay dan selembar untuk kubu Paraguay.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=4645?area=2l&pos=2&tournament=copa-america&ord=4645"></script> Jelang laga menginjak waktu setengah jam, Uruguay memperoleh kans untuk menggandakan keunggulan. Sayang, upaya Forlan setelah menerima sodoran Suarez masih bisa digagalkan Villar.
Tiga menit sebelum turun minum, Forlan akhirnya sukses mencatatkan nama di papan skor. Umpan Egidio Arevalo langsung dituntaskan dengan apik oleh striker Atletico Madrid itu lewat tendangan kencang kaki kiri. Ini adalah gol debutnya di CA 2011.
Memasuki babak kedua, Los Guaranies berusaha mencari gol untuk penipis skor, tapi kokohnya tembok Uruguay, yang memang lebih condong bertahan usai restart, membuat Nelson Valdez dkk. kesulitan.
Agresivitas Paraguay meninggalkan lubang menganga di wilyah pertahanan, dan Uruguay nyaris memanfaatkannya di menit ke-55 ketika Suarez berusaha mengirim bola ke Forlan di dekat titik penalti, beruntung Dario Veron sigap mengintervensi si kulit bundar.
Beberapa menit kemudian, Valdez harus rela melihat tendangannya dari luar kotak penalti Uruguay hanya menabrak mistar gawang Fernando Muslera.
Bomber Hercules itu kembali mendapat peluang tak lama berselang. Cristian Riveros mengirim umpan terukur dari sayap kanan, sayang, Valdez masih gagal menjaringkan bola dari jarak dekat.
Pada akhirnya, gol Forlan di menit terakhir waktu normal membunuh harapan anak-anak asuhan Gerardo Martino.
Penyelesaian menyambut umpan Suarez ini sekaligus mengangkat nama Forlan sejajar dengan Hector Scarone sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa La Celeste 
Selamat Uruguay !!!
Sumber :
http://www.goal.com

Pendapat Gattuso Untuk Kaka

Milan - Saat ini Kaka masih saja belum bisa bersinar di Real Madrid sebagaimana dulu ia berkilau di AC Milan. Maka Rossoneri pun diharapkan bisa "memulangkan" Kaka ke San Siro.

Harapan tersebut dilontarkan oleh gelandang Milan Gennaro Gattuso, seiring dengan usaha klubnya merekrut pemain baru yang identitasnya masih diselubungi misteri dan hanya disebut sebagai Mr.X.

"Aku ingin Kaka jadi orangnya, karena ia akan terlahir kembali di sini!" seru Gattuso kepada Corriere dello Sport yang dikutip Football Italia.

"Ia punya teknik, kekuatan dan stamina. Catatan kebugarannya di Milanello masih bertahan," lanjut Gattuso, merujuk kepada kurang okenya tingkat kebugaran Kaka di Madrid.

Sejak direkrut Madrid dari Milan pada musim panas 2009, Kaka belum bisa bersinar lagi dan justru lebih sering diganggu cedera. Musim panas ini bahkan muncul laporan kalau ia siap meninggalkan Madrid.

"Jose Mourinho sudah tak lagi menginginkannya di Real Madrid, jadi menurutku ia bisa mengatur kesepakatan dengan Milan mengenai gajinya," nilai Gattuso.
Sumber :
http://www.detiksport.com

Drogba Siap Bersaing Dengan Tores

London - Didier Drogba menyadari kalau ia dan Fernando Torres tidak bisa bermain bersama. Karena itu, Drogba menunjuk Torres sebagai pesaing utama untuk mendapat tempat.

Pertengahan musim lalu, Chelsea menggaet Torres dari Liverpool dengan harga 50 juta poundsterling. Manajer The Blues saat itu, Carlo Ancelotti, mencoba menduetkan Torres dengan Drogba, tetapi hasilnya jauh dari sukses.

Musim ini, kursi manajer beralih ke pria muda nan cemerlang, Andre Villas-Boas. Berbeda dengan Ancelotti, Villas-Boas tampaknya menyukai pola yang menggunakan satu ujung tombak alih-alih dua. Karena itu, Drogba dan Torres pun berubah dari partner jadi kompetitor.

"Ya, saya pikir kami (dia dan Torres) harus berkompetisi buat satu tempat," ujar Drogba seperti yang dilansir The Guardian.

"Itu adalah pilihan manajer. Tapi saya sudah pernah mengalaminya di klub ini. Ini sama seperti saat Eidur Gudjohnsen ada di sini, seperti saat (Andriy) Shevchenko ada di sini, selalu begitu," tambah bomber Pantai Gading itu.

Meski sudah senior, 33 tahun, Drogba tidak takut bersaing dengan para penyerang lain yang lebih muda. Walau demikian, Drogba juga mencoba bersikap obyektif dengan tidak memaksakan namanya harus ada di line up.

"Saya 33 tahun. Saya yang tertua dan walau ini terasa aneh, saya tidak takut. Jika saya layak bermain, maka saya akan bermain. Bila saya tidak cukup bagus, maka saya tidak akan bermain," kata Drogba.

"Bagus buat tim ini untuk memiliki kompetisi. Saya akan mendorong tim ini ke depan dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka," tandas mantan striker Marseille itu.

Sumber :
http://www.detiksport.com

Beberapa Masalah di Turkmenistan

Ashgabat - Bukan hanya soal lapangan stadion yang buruk, ada sejumlah ketidaknyamanan lain yang dialami tim nasional Indonesia di kandang Turkmenistan. Apa saja?

Indonesia menahan imbang 1-1 Turkmenistan dalam laga di Ashgabat Olympic Stadium, Turkmenistan, Sabtu (23/7/2011) malam WIB. Pertandingan digelar di lapangan yang permukaannya buruk. Dilansir dari situs resmi PSSI, pelatih Wim Risjbergen sampai geleng-geleng kepala terkait kondisi lapangan.

Terkait buruknya lapangan ini, manajemen timnas sempat mempertanyakan kelayakannya kepada perwakilan FIFA di sana. "Bukan Cuma protes, bahkan kita sengaja mendatangi perwakilan AFC dan FIFA di Turkmenistan untuk menanyakan soal lapangan. Namun, mereka juga angkat tangan. Mau bagaimana lagi?," ungkap Desy Christina, media officer timnas senior.

Ketidaknyamanan lain yang dialami timnas adalah terkait pelayanan dari panpel lokal. Timnas disebutkan tidak mendapatkan Liasion Officer (LO) tetap selama tetap selama di Turkmenistan. Ketika diberikan LO pengganti, malah tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali.

"Walhasil, komunikasi pun harus memakai bahasa tubuh atau isyarat. Banyak kejadian lucu jadinya," ungkap Desy.

Kesulitan lainnya yang didapat di Turkmenistan adalah terbatasnya akses internet dan masalah pada sambungan telepon internasional. Bahkan, demi mendapatkan koneksi internet, ofisial timnas sampai harus meminjam akses ke Federasi sepakbola Turkmenistan.

Sumber :
http://www.detiksport.com

Arsenal Menang, Gervinho Cemerlang

Arsenal sukses menuntaskan perlawanan FC Köln berkat kemenangan 2-1 dalam sebuah pertandingan persahabatan pramusim di RheinEnergieStadion, Köln, Minggu (23/7) malam waktu setempat.

Pemain anyar The Gunners, Gervinho, tampil sebagai bintang dalam pertandingan ini. Pemain yang direkrut dari Lille itu memborong dua gol Arsenal.


Pemain asal Pantai Gading itu tampil sebagai starter dalam pertandingan ini, dan langsung mampu mencetak dua gol dalam 30 menit di partai debutnya musim ini.

Di awal pertandingan, Köln sebenarnya sudah berusaha untuk memberikan ancaman terhadap barisan pertahanan tim tamu. Tendangan bebas Milivoje Novakovic masih melebar di atas mistar gawang, setelah tendangan Lukas Podolski masih menyamping di sisi gawang.

Arsenal sendiri tampak begitu menikmati permainan mereka, dengan penguasaan bola yang sangat baik. Mereka bahkan mampu menciptakan sejumlah peluang dalam enam menit pertandingan awal.

Usaha Arsenal itu langsung membuahkan hasil pada menit ketujuh. Gervinho sukses memanfaatkan umpan cantik gelandang Jack Wilshere, dengan menaklukkan kiper Michael Rensing.

Tekanan Arsenal terus berlanjut. Sembilan menit kemudian, Gervinho menggandakan keunggulan. Berawal dari pergerakan Theo Walcott di sisi kanan lapangan yang mampu dimentahkan oleh fullback Andrezinho, namun bola muntah akhirnya bisa dimanfaatkan dengan mudah oleh Gervinho

Unggul skor ternyata membuat Arsenal harus kehilangan konsentrasi jelang pertandingan babak pertama akan berakhir. Carl Jenkinson mencetak gol bunuh diri. Ia sebenarnya berusaha menghalau bola di udara, tapi justru masuk ke gawang Wojciech Szczesny.

Tidak ada gol yang tercipta di babak kedua, dan Arsenal berhasil membukukuan kemenangan 2-1.


Sumber :
http://www.goal.com

Ads 468x60px

Enrich

Rich

75

Sense

95

Richgo PTR

richgoptr.com

Total Tayangan Halaman

Linklists

www.detiksport.com

Sample Links

www.goal.com

Sample Links

Sample Links

Diberdayakan oleh Blogger.